Model Gaya Arsitektur Tropis Bali, Kenali Ciri Gaya Arsitektur Khas Bali

Halaman ini akan memperkenalkan model gaya arsitektur tropis Bali.

Desain Arsitektur – Biasanya sebuah bentuk bangunan sangat dipengaruhi oleh daerah dimana bangunan tersebut berdiri. Seperti misalnya bila Anda mengunjungi kota besar seperti Semarang, maka Anda akan melihat banyaknya rumah yang memiliki gaya minimalis modern, mediterania, Klasik dan lainnya.

Lalu daerah lainnya seperti Pulau Dewata atau Bali, biasanya menerapkan gaya modern tropis yang mana dipengaruhi oleh cuaca panas di pulau tersebut.

Atau bisa jadi juga terpengaruh oleh tampilan bangunan villa yang sangat menjamur di pulau tempat tujuan destinasi wisata para turis tersebut.

Meskipun memiliki embel-embel “Modern”, namun pada dasarnya gaya arsitektur Bali Modern Tropis juga mendapat pengaruh dari gaya arsitektur tradisional setempat.

Perpaduan antara gaya modern dan tradisional ini mampu menjadikan rumah lebih bagus dan juga menarik.

Nah, untuk mendukung adanya kesan perpaduan dari dua gaya arsitektur tersebut, terdapat beragam bahan alami yang digunakan dalam membangun rumah bergaya Tropis Bali.

Beberapa bahan di antaranya adalah tanah liat, kayu kelapa, jerami atap, bambu, kayu jati, dan batu alam.

Model Gaya Arsitektur Bali

Bila Anda perhatikan, desain arsitektur yang diterapkan pada rumah tinggal bali sangat membantu para penghuninya semakin dekat dengan alam di sekitar lokasi rumah tersebut berdiri.

Dengan adanya keinginan masyarakat untuk mengadopsi gaya barat aatu gaya yang lebih modern, maka hal tersebut berpengaruh dengan gaya desain rumah di Pulau Dewata tersebut.

Hal inilah yang akhirnya melahirkan gaya Tropis Bali dengan sentuhan modern. Namun, faktor terpengaruh pola pikir luar bukanlah menjadi satu-satunya alasan.

Alasan yang lebih umum adalah untuk menghemat lahan yang ada. Mengingat bahwa semakin lama ketersediaan laha juga semakin sempit.

Faktor alami tersebut mendorong banyak masyarakat Bali memilih untuk mengedepankan fungsi dan kesan mewah daripada hanya sekedar kenyamanan dan ornament hiasan pada rumah tinggal.

Beragam Ciri Model Gaya Arsitektur Tropis Bali Modern

Meskipun adanya dorongan untuk melakukan perubahan pada gaya arsitektur rumah tinggal, banyak masyarakat bali yang masih mengedepankan pada kaidah arsitektur yang berlaku.

Hal ini bisa diibaratkan seperti tubuh manusia, yaitu adanya kepala, badan, leher serta kaki. Dengan menerapkan kaidah ini, maka hasilnya pun tetap menarik meski dengan gaya yang berbeda.

Atap Rumah Tinggal

Atap merupakan bagian konstruksi rumah yang berada di bagian paling atas. Maka dari itu, bagian atap bisa kita umpamakan sebagai kepala manusia.

Seperti biasa, pembuatan atap rumah di Bali umumnya masih menggunakan bahan tanah liat dengan warna utama merah atau cokelat kemerahan.

Model gaya arsitektur Bali

Namun, hal tersebut biasanya juga digantikan dengan bahan yang lebih modern, seperti genteng beton, beton cor, asbes dan keramik yang berlaku sebagai dasar untuk atap.

Untuk bagian kerangka, ada rumah tinggal yang masih menggunakan kayu. Namun, ada juga yang menggunakan baja ringan sebagai ganti kayu.

“Leher” Bangunan

Makna leher di sini hanya sebatas istilah saja. Karena pada dasarnya, Gedung atau bangunan lainnya seperti rumah tidak memiliki leher.

Namun, bila kita menilik pada filosofi pembangunan rumah tinggal di Bali, leher tersebut akan dibiarkan kosong tanpa adanya desain, detail atau ornament tertentu.

Atau dalam kata lain, “leher” di sini memaksudkan bagian rumah hanya sebagai penghubung antara atap dan badan bangunan saja.

Badan Bangunan yang Sarat Unsur Tradisional

Bali merupakan salah satu pulau yang penuh dengan seni. Budaya Bali ini akhirnya berpengaruh juga terhadap desain badan bangunan.

Ya, badan bangunan rumah tropis di Bali memiliki permukaan yang sarat akan unsur tradisional. Selain itu, kualitas bahan juga mudah diperoleh di sini.

Model gaya arsitektur Bali

Untuk mendekatkan penghuni rumah dengan lingkungan alami, bahan-bahan alami seperti batu Andesit, Serai dan Palimanan biasanya diterapkan.

Pada bagian dalam, terdapat beragam ornament khas Bali. Namun, berbeda dengan desain rumah Tradisional yang sangat banyak ornament, desain rumah yang lebih modern akan meminimalisir hadirnya ornament pada bagian interior rumah.

Nah, itulah artikel kami tentang model gaya arsitektur tropis Bali. Nantikan artikel kami selanjutnya.

Leave a Comment