Mengenal Arsitektur Tradisional Jawa

Halaman ini akan membantu Anda mengenal arsitektur tradisional Jawa.

Desain Arsitektur – Bila berbicara soal budaya Jawa, biasanya tidak bisa lepas dari yang namanya jenis arsitektur tradisional Jawa. Bagaimana tidak, terdapat banyak detail yang menarik pada rumah adat Jawa sehingga tampaknya tidak ada rasa bosan membahas tentang arsitektur tradisional Jawa ini.

Lagi pula, bentuk rumah yang indah dan tampak berseni menjadi ciri tambahan yang melekat pada bangunan arsitektur asal Jawa. Nah, apa saja yang bisa Anda ketahui dari gaya arsitektur tersebut?

Mengenal Arsitektur Tradisional Jawa

Untuk mengenal gaya arsitektur yang satu ini, kita perlu membagi rumah Jawa menjadi dua bagian, yaitu atap dan badan rumah. Karena dengan begini, Anda bisa mengetahui beragam jenis rumah Jawa dari masing-masing bentuk bangunan, baik dari sisi atap dan badan bangunan.

Atap Rumah Adat Jawa

Atap rumah ada Jawa dipengaruhi oleh struktur masyarakat dan tradisi orang Jawa. Maka dari itu, setidaknya terdapat 3 bentuk atap, ini berdasarkan tingkat sosial dari yang terendah ke tertinggi.

Rumah Kampung

Seperti namanya, rumah Jawa yang diklasifikasi sebagai rumah kampung adalah rumah untuk rakyat biasa. Dan dari segi penampilan, bagian atapnya tampak sangat sederhana. Atap rumah kampung hanya terdiri dari empat tiang tengah yang digunakan sebagai tempat bersandar atap rumah. Pada bagian bubugannya ditopang dengan tiang penyangga vertical yang khas. Model atap semacam ini bisa diperlebar.

Rumah Limasan

Rumah adat Jawa dengan atap model Limasan merupakan ciri rumah rakyat sipil dengan kondisi sosial yang lebih tinggi. Jenis rumah Limasan adalah rumah tradisional Jawa yang paling umum.

Rumah Joglo

Anda tentu tidak asing dengan nama rumah ini. diketahui bahwa bentuk atap ini paling rumit dalam pembentukannya. Rumah Joglo merupakan rumah tinggal para pejabat pemerintahan, seperti halnya Kraton, kediaman resmi atau rumah dinas, bangunan pemerintah dan rumah golongan Ningrat.

Meskipun begitu, bagi Anda yang bukan golongan ningrat tapi memiliki dana lebih, memiliki rumah Joglo bisa Anda wujudkan. Karena pembentukan atap yang sangat sulit tentu membutuhkan biaya yang sangat banyak.

Bangunan Rumah Adat Jawa

Arsitektur tradisional rumah Jawa memiliki tiga bagian utama, yaitu :

Pendopo

Anda bisa jadi tidak asing dengan nama ruangan ini. Pendopo atau pendapa merupakan pavilion yang berada di bagian depan. Karena posisinya ini, pendopo digunakan untuk menyambut tamu, pertemuan sosal atau pertunjukan ritual.

Pendopo merupakan salah satu ciri rumah orang kaya dan pejabat karena hanya terdapat pada rumah Joglo. Bila rumah Joglo tersebut berada di perkotaan yang padat, bagian pendopo akan berada di tengah dinding batu.

Pringgitan

Pringgitan merupakan ruangan yang berada di antara pendopo dan omah. Maka dari itu, pringgitan juga disebut sebagai ruangan penghubung pendopo dan omah. Bagian rumah ini menerapkan atap kampung atau limasan.

Omah

Dalam bahasa Jawa, Omah berarti rumah. Namun dalam hal arsitektur Jawa, Omah merupakan bagian utama dari rumah. Bentuknya persegi atau persegi panjang dengan lantai yang lebih tinggi.

Ruangan Omah ini menggunakan atap jenis Limasan atau Joglo dan dibagi-bagi oleh bilah dinding sehingga memberi pembagian kesan antara daerah dalam dan luar.

Dalem

Dalem merupakan bangunan dengan desain yang tertutup dan terbagi menjadi daerah atau ruang yang berbeda. Pembagian ini terjadi di sepanjang poros Utara dan Selatan. Pada rumah dengan atap Kampung dan Limasan terdapat pembagian yang menentukan antara bagian depan dan belakang.

Namun pada rumah Jogol menjadi 3 pembagian yang lebih banyak, antara depan, tengah dan belakang.

Senthong

Nah kalau Senthong merupakan bagian belakang dari ruang Omah yang terdiri dari tiga ruangan yang tertutup. Pada bagian Barat dimanfaatkan sebagai tempat menyimpan hasil bumi seperti padi dan beras serta lainnya. Lalu pada bagian Timur dimanfaatkan sebaagi menyimpan peralatan tani. Meski begitu, secara tradisional ruangan ini dianggap sebagai tempat tinggal Dewi Sri atau Dewi Padi.

Nah, itulah artikel kami tentang mengenal arsitektur tradisional Jawa. Nantikan artikel menarik kami lainnya.

Leave a Comment