Mengenal Arsitektur Rumah Atap Jengki

Halaman ini akan mengajak Anda mengenal arsitektur rumah atap Jengki.

Desain Arsitektur – Pernahkah Anda mendengar tentang arsitektur Jengki? Meskipun gaya arsitektur ini merupakan asli dari Indonesia, tetap saja gaya arsitektur yang satu ini masih terdengar asing, terutama di kalangan para milenial.

Ya, pada dasarnya, gaya arsitektur Jengki ini sudah ada banyak di Indonesia, dan kami yakin Anda sudah pernah melihatnya.

Bisa jadi, rumah orang tua, kakek, nenek, paman atau sanak saudara Anda yang lainnya menerapkan gaya arsitektur ini.

Bila Anda telusuri, ternyata gaya arsitektur Jengki ini sudah ada sejak zaman dahulu dan hal ini berkaitan dengan nilai sejarah pada masa lalu.

Mengenal arsitektur rumah dengan atap Jengki

 

Yankee, Nama Lain Jengki

Nama gaya arsitektur ini adalah Jengki. Namun, tidak jarang orang Indonesia menyebutnya sebagai Yankee. Maka dari itu, nama Yankee kadang dianggap sebagai nama lain gaya arsitektur Jengki.

Untuk Lebih lengkapnya, mari kita ulas bersama-sama mengenai arsitektur ini.

Mengenal Arsitektur Rumah Atap Jengki Lebih Dekat

Gaya arsitektur Jengki telah muncul dan berkembang dinIndonesia sejak tahun 1950 hingga 1960-an.

Meskipun muncul dan berkembang tidak lama dari selesainya penjajahan Belanda di Indonesia, namun pada dasarnya gaya arsitektur ini lepas dari sentuhan pengaruh gaya arsitektur gaya Modern ala Belanda.

Tahukah Anda bahwa gaya arsitektur Jengki merupakan wujud dari keinginan dari Presiden pertama Indonesia, Pak Soekarno?

Jengki ini konon berkembang di Kota Kebayoran Baru pada tahun 1955. Pada saat itu terdapat banyak sekali rumah yang menerapkan gaya arsitektur ini dengan bentuk bangunan kotak atau persegi panjang.

Penghasil Ide Arsitektur Jengki

Berkembang tahun 1950-an, namun siapa yang pertama kali mencetuskan gaya arsitektur Jengki di Indonesia?

Bila kita mengarahkan sumber pada Prof. Josef Prijotomo, pencetus gaya arsitektur ini berasal dari lulusan STM yang pernah menjadi ahli bangunan pada perusahaan Belanda.

Dan mereka mengembangkan serta secara tidak langsung menyebarkan gaya arsitektur ini saat mereka pulang ke kampung halamannya.

Karakter Khas Gaya Arsitektur Jengki

Bila kita berbicara soal ciri khas atau karakterisitk, gaya arsitektur Jengki ini tentu memiliki perbedaan yang mencolok dengan gaya arsitektur lainnya.

Seperti salah satu contohnya, gaya arsitektur ini menerapkan rumah dengan model Pelana serta Perisai yang merupakan model atap yang lebih tinggi daripada atap rumah lainnya.

Lalu, berbicara soal kemiringan atap, diketahui bahwa rumah dengan arsitektur ini memiliki kemiringan atap tidak kurang dari 35 derajat.

Dampak dari penggunaan atap semacam itu menyebabkan dinding fasade rumah yang cukup lebar sebagian sehingga menjadi ciri khas rumah tersebut.

Selain itu, terdapat sistem sirkulasi udara yang berada di bagian atap. Ya, pada bagian atap terdapat beberapa lubang yang berperan sebagai ventilasi yang membuat suhu ruangan menjadi sejuk atau terhindar dari panas.

Dinding dengan Bentuk Miring

Berbeda dengan dinding rumah pada umumnya yang tampak lurus menjulang ke atas, gaya arsitektur Jengki memiliki ciri khas pada bagian dinding yang miring.

Dengan kemiringan dinding ini mmebuat rumah yang menerapkan gaya arsitektur Jengki hadir dengan bentuk sepertiĀ  bidang segi lima.

Gaya arsitektur rumah atap Jengki yang miring

Bila Anda anggap penerapan dinding semacam itu merupakan bentuk dari pengembangan kekuatan bangunan, Anda salah.

Karena pada dasarnya, penerapan dinding yang miring merupakan bagian dari aspek estetika rumah tersebut.

Portiko ala Jengki

Apa itu Portiko? Portiko merupakan serambi beratap yang berada di pintu masuk rumah yang bagian atapnya tertopang pada sejumlah tiang.

Ciri khas lainnya adalah mayoritan rumah yang menggunakan gaya Jengki memiliki ukuran beranda yang tampak luas.

Atap datar sering menjadi pilihan untuk menjadi atap beranda rumah. Penerapan semacam itu menjadi bentuk perbedaan antara bangunan utama yang dilindungi atap Pelana dan beranda rumah.

Desain Interior Gaya Arsitektur Jengki

Berbeda dengan gaya arsitektur lainnya, rumah yang menerapkan gaya Jengki memiliki ruangan yang terbuka.

Maksudnya, partisi atau sekat berupa dinding antar ruangan sangat diminimalisir sehingga satu ruangan dengan ruangan lainnya cenderung hanya dibatasi oleh perabotannya saja.

Contoh desain interior rumah gaya Jengki

Perabotan interior Jengki juga sarat akan kayu serta besi yang merupakan ciri khas dari gaya arsitektur yang satu ini.

Sekian artikel kami tentang mengenal arsitektur rumah atap Jengki. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Leave a Comment